Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Suratku untuk FAYUS saudaraku

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Begitu larut air mata ini
Nafas yang dirampas oleh ketajaman matamu
Bumi kenestaanmu

Adakah angin yang bisa aku hirup
Seperti saat engkau duduk di kursi goyang ini
Adakah setetes air yang tersisa untukku
Selain amanat laknatmu
Lalu aku kan melihat siapa
Kalau mahkota ini telah mendebu

Ada yang berkata, “menangislah engkau,
Biar air matamu menjadi mata air”
Entah sampai kapan?

Aku ingin berteriak
Tapi tenggorokanku sesak dan tak berserat
Udara ini, tanah ini, rumah kita terjarah
Oleh setiap mata yang mencatat sejarah

Mereka bilang, “menangislah engkau,
Ia meninggalkanmu bukan melupakanmu”
Entah bagaimana lagi aku meraih cinta kita?

04-02-‘06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: