Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Hikayat Lara I

Posted by metzz pada Juli 23, 2009

0033-1Perempuan…
Dzikir sekeras lara tertatih
Saat rindu rupa peluru si pemburu
Mengalir dalam lepuh beribu mimpi

Pada kelopak mata semusim pun tetap telanjang
Menyusuri sunyi yang bertepuk luka-luka:

Di dada ia memainkan celurit
Menebas segalaku sampai tak berdarah

Bila pucat basi ini adalah lorong-lorong riwayat kegaduhan
Bagaimana aku mengukur kerandaku sendiri,
Memaknai harkat di setiap kisah kita?

Dzikir sekeras lara di hati
Menafsir sunyi, merayapi usia

Bila senja-senja mulai menapaki kelam
Rindu itu berkeluh kesah
Sebab, mungkin di sini hikayat akan patah
Dan tak ada ruang lagi untuk mengurainya…

Timoer Bandung, 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: