Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Archive for the ‘Antologi Seranum Senyum’ Category

Satu Pandang Untuk Perempuan

Posted by metzz pada Juli 21, 2009

Perempuan itu bersama Laila
Memantra dan mematri hati
Sampai aku terperangkap
Dan damai dalam guratan yang tak sama

Tapi bukan Cleopatra
Yang mendidihkan darah raga
Dan menaklukkan air mata cinta
(hanya Tuhanlah yang tahu mata airnya)

-Februari “07
Ciseda, Cimalaka

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Seriak Rasa

Posted by metzz pada Juli 21, 2009

– untuk D2 Solihat

Kau cerita luka pada luka
Aku jawab; “sabar ya!”

Namamu telah tercatat sejarahku
Sejarah yang berkisah sama
Walau air mata sedikit berbeda

Aku tertarik. Bukan atas nama cinta
Aku hanya tawarkan romantisme
Seriak rasa untuk kita. Inilah rumah kita!

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Gadis Malang Pelancang Rupa

Posted by metzz pada Juli 21, 2009

Gadis malang pelancang rupa
Kudekati kau mensepi pada luka
Warnai tapak-tapak kisah
Dengan airmata dan darah
Oh gadis malang lupa pulang
Meraut malam senyum nyeri
Hingga pagi tak kuasa buka mimpi

Gadis malang pelancang rupa
Kudapati tarian bibir dan mata
Ikat gairah di remang kota
Entah bagaimana kau tersungkur?…

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Tak Semudah Kata

Posted by metzz pada Juli 21, 2009

Tak semudah kata
Akat cinta mengikat jiwa sepasang kekasih
Tatakan kehidupannya bersama makna
Yang melilin di relung nafas

Segetar itu telah membangun rumah
Bersama hening dan kebahagiaan
Dan doa-doa membuncah dari setiap bibir
Yang ikut tersenyum
Mengkidung sepanjang malam malam sang kekasih

“Belailah rambut kekasihmu
Sebagaimana kau mencintai dirimu!”

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Perempuan

Posted by metzz pada Juli 21, 2009

0021-1Perempuan, tak setitik pun
Air mata. Bagaimana aku mengerti
Tak kudengar nada
Suarakanlah! Sedesir angina malam
Sehening embun di matamu
Dan sesepi langit
Ajari segetar ini romantika rasa

Pucuk-pucuk pertemuan itu
Menapak rindu
Di pelupuk sukma jadi kisah
Yang tak bermusim lepuhkan aku

– Jadi rintih.

Sejenak saja. Aku ingin ngerti
Gugus nafas yang tak mau liar
Setelah rendamku
Pada jeruji matamu

– hanya untukmu

Perempuan, aku sendirian ratap bebalnya
Penungguan di telaga kehausan kalbu
Hari-hari di ujung rapuh
Sayat rupaku
Hingga terlupa pada diri yang lalu
Dan malam-malam tak lagi mentidur

Berkali-kali pikirku memajang
Bibirmu tak berkata, memang tak mau kata
Hanya senyum dalam diam cinta
Entah dengan jiwamu…(?

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Surat Untuk Para Kekasih

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Aku mengenangmu wahai para kekasih
Dari layar sejarah aku telan
Kesetiaan, kesabaran dan cinta
Yang kau bungkus dengan rindu

‘getarku mungkin tak sampai’

Berapakali aku bercakkan tintamu
Pada buku harian
Ternyata selalu percuma saja
Dosa dan doa kini mulai mengkabur
Oleh keinginan dan hasrat yang meraja
Mampirlah! Mampirlah!
Wahai para kekasih
Peluklah jiwaku yang menggigil
Di tengah gelombang hidupku!

Atau dunia ini tetap aku biarkan
Wahai para kekasih
Mampirlah!
Di sini semakin tak terarah
Jejak yang harus diikuti
Dan yang harus dihindari

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Ibu, Kabarkan Aku Tentang Perempuan

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Ibu, kabarkan aku tentang perempuan
Di sini aku tak mengerti sama sekali

Lautanmu luas kutahu
Dan aku selalu ingin menjadi ombaknya
Menjadi pantainya
Atau paling tidak izinkan aku menikmati birunya

Ibu, kabarkan aku tentang perempuan
Ajarkan aku tentang rindu dan cinta

Kini aku di seberang rumahmu
Aku tak punya perahu untuk kembali
Aku tak mampu berenang kepulaumu
Tapi, izinkan aku mengasah
Mengecup air matamu yang bening

Ibu, kabarkan aku tentang perempuan

-Februari “07
Ciseda, Cimalaka

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Persembahan dan Senyummu

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Izinkan aku memayungimu di tengah gerimis hujan
Dan mari mengunyah labirin rasa setelah itu!

Perempuan, kenanglah kenang
Biar kita saling mengenal
Dan lihatlah, langit sebentar lagi cerah

Izinkan aku…
Mari bersama!

Perempuan, senyummu merapih
Kembang gairah sajakku
Dan aku melupa pada yang lalu

-06 Maret
Ciseda, Cimalaka

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Surat Untuk Perempuan

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Perempuan, bagaimana kabarmu?
Sabda-sabda sejarah menjerit luka lukamu
Para lelaki bermain dadu nafsu
Tangisan bayimu menjelma doa
Dan air matanya menelan cahaya

Jalan di antara aku dan kamu searah
Menekan kesedihan yang memanjang
Sepanjang abad-abad yang angkuh
Terus memuntah serapah
Bahwa ada ketidakadilan bagimu

Kini, bangkitlah oh…..perempuan
Dunia bukan hanya untuk Adam semata
*
Perempuan, aku merindukan tajammu
Sekerat harapan keharmonisan
Bukan tentang keras dan lembut

Entah kenapa para lelaki
Membakar bantal-bantal yang telah ia nodai
Dan menggurui jejakmu
Dengan menelan darah seperti serigala
Ia merasa menang dan tak mau dibilang kalah
Padahal dalam kerasnya lemah
Tak memiliki apapun
Kecuali angkuhnya yang menafsu
**
Perempuan, aku belum selesai
Membalut luka luka yang membengkak

-Maret “07
Ciseda, Citimun

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Dalam Diri Ia Tinggalkan Air Mata

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Rindu, atau dendamkah
Setelah kekasih itu pergi
Tanpa permisih?

Dalam diri ia tinggalkan air mata
Kini menggugus seribu tanya
Sedang benak semakin membara
Karena ada janji yang tak terpenuhi
(Dan harapan itu.

Antologi Seranum Senyum

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »