Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Posts Tagged ‘Cinta’

Surat Untuk Para Kekasih

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Aku mengenangmu wahai para kekasih
Dari layar sejarah aku telan
Kesetiaan, kesabaran dan cinta
Yang kau bungkus dengan rindu

‘getarku mungkin tak sampai’

Berapakali aku bercakkan tintamu
Pada buku harian
Ternyata selalu percuma saja
Dosa dan doa kini mulai mengkabur
Oleh keinginan dan hasrat yang meraja
Mampirlah! Mampirlah!
Wahai para kekasih
Peluklah jiwaku yang menggigil
Di tengah gelombang hidupku!

Atau dunia ini tetap aku biarkan
Wahai para kekasih
Mampirlah!
Di sini semakin tak terarah
Jejak yang harus diikuti
Dan yang harus dihindari

Iklan

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Menjemput waktu…

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Api menyala di dalam hatiku. Tahun demi tahun semakin terasa, sebab usia semakin kering dan ternoda. Di bumi ini aku merasa tersesat. Bagiku, kebenaran dan kenyamanan semakin asing, kebahagiaan begitu langka. Entah, semua memang terlihat buram, bahkan seperti ilmu-ilmu atau ajaran yang aku banggakan; agama, filsafat, dan sains teknologi.

“Kalau engkau mengerjakan sesuatu janganlah tanggung”, begitu kata seorang teman. Tapi apa yang bisa aku lakukan, minimal untuk hari ini, saat ini, atau untuk tahun ini. Sedangkan pikiranku selalu hanya bisa mencacimaki. Selain itu, paling-paling ngegosip seperti kebanyakan manusia sekarang. Padahal aku selalu niatkan, bahwa hidup itu harus bermanfaat, tidak bisa bagi orang lain paling tidak untuk diri sendiri. Aku selalu memikirkan itu, tapi hasilnya masih diragukan, (jangan pesimis kaliii…! Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Sederhana | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Nyanyian ‘aj

Posted by metzz pada Juli 18, 2009

Sedaun perdaun jatuh
Di atas tanah kering terhempas
Hembus nafas terakhir bergulir
Tinggal debu dan kenang namanya

Sudahlah ya sudahlah!
Mereka menuju kebebasannya.

Setiap tapak ‘kan jadi pusaka
Bagi kita yang belum merdeka
Yang masih melangkah bersama dunia

Terlalu banyak airmata yang harus kita hisap
Terlalu banyak darah yang harus kita balut
Untuk ditebari cinta bukan kematian
Hingga tak ragu lagi belaikan tangan di antara kita

Sudahlah ya sudahlah!
Jangan pikirkan yang sudah.

Antologi Seranum Senyum ’07

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »