Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Posts Tagged ‘Perjumpaan yang tak diharapka’

Rindu, Kelam, Getir, Perjumpaan yang tak diharapkan, Sebuah kisah, Di kening waktu tentang sedikit air mata, Bunga tak sempat menjadi buah, Gugurnya daun yang berwarna beda, Aku tetap meragu…

Posted by metzz pada Maret 12, 2010

Kemarin ia menghampiriku, dengan senyum tipis di bibirnya yang ranum dan masih terlihat manis, membawa bingkisan yang sebelumnya telah kuduga. kuterima dengan sedikit keraguan, dan bingkisan itu tak ingin kubuka di hadapannya, kubiarkan tersimpan di lemariku yang mulai lapuk termakan usia. ia memulai pembicaran, bertanya kabar dan tutur kata basa-basi yang cukup memuakkan sebagai kata pengantar. aku hanya meng-iyakan dan sesekali menyumbang tutur ritual sebuah perjumpaan dari jarak waktu yang cukup lama untuk dibilang lama tak jumpa. Aku merindukannya, tapi aku tak ingin basa-basinya. Perjumpaan yang mungkin terakhir kali ini barangkali tak mampu mengobati apapun, dan bahkan mungkin saja akan memperparah lipatan hati yang seringkali dirundung tangis. tapi kubilang “baiklah, aku sudah terbiasa”.***

Kisahku memang angkuh tertanam dalam kabut yang terus bersesepi diri dan berkidung di tebing-tebing kesunyian tanpa sedikitpun letih. Aku belajar dari seorang lelaki yang berani berlayar melawan gelombang dan badai di tengah-tengah samuderanya sampai ia menemukan sebuah tepian akhirnya.

Bingkisan yang ia berikan padaku adalah tangis yang terus memanjang dan meluluh lantakkan segala impian serta harapan untuk membangun suatu permadani. Dan kini, kubiarkan tetap rapi walau sangat pahit dalam lemari kecil hatiku. entah sampai kapan, sebab aku tak memiliki keberanian melenyapkan pun dari bayangan hidupku sendiri.*—————-

Timoer bandung, 2010

Posted in Catatan Sederhana | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | 4 Comments »