Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Posts Tagged ‘Puisi’

Mantra Proletar

Posted by metzz pada September 6, 2010

“Kulkunu hijarotan
Aujaza fi nafsihi
Saifi Musa”

Merasuk, rasuk menjadi
Menajam diri…

Akan kutebas setebas saja sebelum mereka melepas dasi
Akan kutumpahkan merah mata bila tetap berdalih
Akan kupelihara tanah ini walau harus mati

Jangan diam saja, kawan!

Sumenep, 27 Ramadhan 1431 H

Iklan

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Aku dan Sajakmu

Posted by metzz pada Mei 8, 2010

__Untuk Ali Mifka & Rimura Arkenz

Kugemari sajakmu, kawan
Menjelang tidur dan sebelum pagi
Di garis bibirmu tak kutemui
kata memucat basi
Seperti embun
Membasuh luka dan perih

Kini,
Kurindukan sajakmu, kawan
Meramu ombak
Dan memisau risau dunia yang semakin liat
di tanah kita ini

Dan matahari, kawan
Mulai tak bersahaja

Kubutuh sajakmu, kawan
Melancipkan alis kekasih kita
sebelum senja bertutur sapa

Timoer Bandung, Bulan Lima 2010

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Sepagi Ini

Posted by metzz pada April 23, 2010

Sepagi ini telah kau layatkan syair-syair
Tentang embun dan kicau burung-burung di sisa reranting kisahku,
Dimana rekah bibirmu merangkum elok bunga mawar
Dan memapah sajak pada panggung keakuan asmara.

Sepagi ini, aku terjaga tetap teriris rindu

Di ujung kemarau, kusimpan sepahat senyum
Dan suaramu. Menjejal gurat kasih di langit-langitku
Dalam detak dan rangkaian usia yang semakin lapuk
Kulumat, kemudian kau berpejam mata
Tinggallah rintih luka membalut jiwa

Sepagi ini, aku harus berhenti pada titik lain
Sebab, rintih bulan telah jadi kelam rekah

Timoer Bandung, Bulan Empat 2010

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Menjelang Subuh

Posted by metzz pada September 25, 2009

Menjelang subuh aku menyulam angan-angan
Mulai dari percakapan sampai perciuman
Pun tak selesai
Sebab, aku dikejutkan oleh kecoak
Yang baru belajar terbang, kulihai ia membentur dinding

Menjelang subuh anganku rapuh
Di hadapanMu
Di sujudku
Di diriku

Menjelang subuh
Man ‘arafa nafsahu…?

Sumenep, 21 September 2009

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Puisiku Beribu Purnama

Posted by metzz pada Juli 18, 2009

Puisiku beribu purnama
Layatkan kata tak berkata
Jangan biarkan berdetik dalam sukma
Kalau jadi duka tak ber-airmata

Kulepas kalian bukan sebagai pelipur lara
Yang bersayap belati di hati
Barangkali aku hanya dipandang momentum
Dalam permainan Tuhan yang tak
Dapat dimainkan gendang
Pun tarian malaikat dan iblis

“Rumahku adalah Aku
Pusar angin dari segala arah”

Puisiku beribu purnama
Jangan kau baca sebelum tidur
Jangan kau hafal sebelum makan
Jangan kau tertawa sebelum menangis
Jangan kau menangis sebelum

Timoer Bandung, 03-12-‘07
Antologi Seranum Senyum

Posted in Antologi Seranum Senyum | Dengan kaitkata: , , , , , , | 1 Comment »