Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Posts Tagged ‘Sajak’

Menjelang Pagi

Posted by metzz pada Agustus 11, 2010

Menjelang pagi, sunyi bersenandung seperti tarian tubuh
Dan irama angin menyelimut dzikirku
Membungkam kata dan menerima kejujuran bibir yang tak bersuara
Lalu mengalir lewat darah, dan mengental dalam dada

Di sini, nafasmu menggeliat di setiap celah-celah kamarku
Mengkabar bau tikus di selokan rumah sakit dan rumah kumuhku
Dan tanah negeriku…

Menjelang pagi, tak kuingat lagi aroma bunga dan buku-buku
Kecuali jerit rintih dan perih
Sebab, tubuhku telah menjadi bahasa.

Timoer Bandung, Agustus 2010

Iklan

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Aku dan Sajakmu

Posted by metzz pada Mei 8, 2010

__Untuk Ali Mifka & Rimura Arkenz

Kugemari sajakmu, kawan
Menjelang tidur dan sebelum pagi
Di garis bibirmu tak kutemui
kata memucat basi
Seperti embun
Membasuh luka dan perih

Kini,
Kurindukan sajakmu, kawan
Meramu ombak
Dan memisau risau dunia yang semakin liat
di tanah kita ini

Dan matahari, kawan
Mulai tak bersahaja

Kubutuh sajakmu, kawan
Melancipkan alis kekasih kita
sebelum senja bertutur sapa

Timoer Bandung, Bulan Lima 2010

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Sepagi Ini

Posted by metzz pada April 23, 2010

Sepagi ini telah kau layatkan syair-syair
Tentang embun dan kicau burung-burung di sisa reranting kisahku,
Dimana rekah bibirmu merangkum elok bunga mawar
Dan memapah sajak pada panggung keakuan asmara.

Sepagi ini, aku terjaga tetap teriris rindu

Di ujung kemarau, kusimpan sepahat senyum
Dan suaramu. Menjejal gurat kasih di langit-langitku
Dalam detak dan rangkaian usia yang semakin lapuk
Kulumat, kemudian kau berpejam mata
Tinggallah rintih luka membalut jiwa

Sepagi ini, aku harus berhenti pada titik lain
Sebab, rintih bulan telah jadi kelam rekah

Timoer Bandung, Bulan Empat 2010

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »