Metz Muntsani

"Kesunyian adalah teman sejati"

Posts Tagged ‘Waktu’

Hikayat Lara V

Posted by metzz pada Juli 23, 2009

Perempuan…
Kusebut namamu menjelang tidurku
Tak dek tak dek tak
Kau tak menjawab
Hanya jerit dalam sunyi;
“ia lagi ditindih orang”

Kupanggil namamu dalam waktuku0003-1
Dek tak dek tak dek
Kau tak menjawab
Ada jerat di sebutir takdir;
“ia sedang dimakan orang”

Sudah, inilah lara
Tak dek tak
Dek tak
Dek.

Timoer Bandung, 2009

Iklan

Posted in Puisi | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

Menjemput waktu…

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Api menyala di dalam hatiku. Tahun demi tahun semakin terasa, sebab usia semakin kering dan ternoda. Di bumi ini aku merasa tersesat. Bagiku, kebenaran dan kenyamanan semakin asing, kebahagiaan begitu langka. Entah, semua memang terlihat buram, bahkan seperti ilmu-ilmu atau ajaran yang aku banggakan; agama, filsafat, dan sains teknologi.

“Kalau engkau mengerjakan sesuatu janganlah tanggung”, begitu kata seorang teman. Tapi apa yang bisa aku lakukan, minimal untuk hari ini, saat ini, atau untuk tahun ini. Sedangkan pikiranku selalu hanya bisa mencacimaki. Selain itu, paling-paling ngegosip seperti kebanyakan manusia sekarang. Padahal aku selalu niatkan, bahwa hidup itu harus bermanfaat, tidak bisa bagi orang lain paling tidak untuk diri sendiri. Aku selalu memikirkan itu, tapi hasilnya masih diragukan, (jangan pesimis kaliii…! Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Sederhana | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Hatiku Merindu

Posted by metzz pada Juli 20, 2009

Hatiku merindukan hari-hari dan malam bersamamu. Seperti dulu. Barangkali sebatas rindu, karena aku tak mungkin kembalikan waktu. (emangnya Herry Potter…

***

Aku orang seberang, yang bertekat mengenyam pendidikan di kota kembang. Ibuku membekali sebingkis doa. Dan itu sudah cukup untukku. Air mata yang berlinang dari kelopak mata seorang ibu, adalah kasih sayang yang tak terkira. Dalam peluknya, awal keberangkatanku, ia berbisik serak; “aku tak bisa memberikan apapun anakku, aku hanya berdoa untukmu. Jagalah dirimu baik-baik…. dan niatkan dengan baik”. Dalam langkahku aku tak berani menoleh. Karena ini adalah pilihanku sendiri. Dalam hasrat, adalah merapih harap merubah jejak. Baca entri selengkapnya »

Posted in Catatan Sederhana | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »